Novel Azab dan Sengsara dapat dikategorikan sebagai novel klasik terbitan Balai Pustaka yang mana pada saat itu sastra Indonesia masih didominasi penggunaan bahasa melayu yang kental. Tema yang diangkat novel ini adalah kehidupan percintaan seorang gadis yang pernikahannya tidak membawa kebahagiaan, tetapi justru kesengsaraan. selain itu, tema
Berdasarkan resensi dari berbagai blog yang saya baca mengulas tentang novel ini, ternyata novel Azab dan sengsara sendiri adalah novel angkatan 1920 yang diterbitkan Balai Pustaka dalam rentang waktu yang sudah sangat lama untuk dibaca sekarang Azab dan Sengsara masih menjadi pilihan terbaik bagi yang ingin tahu lebih dalam mutiara sastra
Novel AZAB DAN SENGSARA ini merupakan novel pertama terbitan BALAI PUSTAKA. yaitu sekitar tahun 1920. Novel yang bertemakan kawin paksa ini dikarang oleh Merari Siregar. Sepertinya penulis sangat menonjolkan suatu kesengsaraan dalam karyanya ini, sehingga si pembaca dapat terbawa oleh alur cerita ini.
Novel Azab dan Sengsara mengisahkan kehidupan seorang pemuda Minang bernama Zainuddin yang menjalani kehidupan yang sulit. Ia harus menghadapi berbagai cobaan, termasuk konflik keluarga, kualitas pendidikan yang rendah, dan kemiskinan. Pada akhirnya, Zainuddin berhasil mengatasi segala rintangan dan berhasil meraih kesuksesan.
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara” (Yesaya 61:1).
MTlH.
resensi buku azab dan sengsara